; Faktor yang Memengaruhi Permintaan Barang/Jasa beserta Contohnya - Website Ekonomi Bisnis

Website Ekonomi Bisnis

Seputar Ilmu Ekonomi dan Bisnis

Faktor yang Memengaruhi Permintaan Barang/Jasa beserta Contohnya

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Barang beserta Contohnya_Sekarang ini kita beranggapan bahwa perubahan harga produk itu sendiri yang akan mempengaruhi jumlah produk yang diminta (dalam hal ini berarti faktor-faktor lain dianggap konstan/asumsi ceteris paribus berlaku). Perubahan harga produk hanya akan menyebabkan perubahan jumlah produk yang diminta, perubahan ini hanya terjadi dalam satu kurva atau disepanjang kurva. Jika ceteris paribus tidak berlaku dengan kata lain faktor-faktor lain yang dianggap konstan mengalami perubahan maka akan terjadi perubahan permintaan atau terjadi pergeseran kurva. Adapun faktor-faktor yang bisa mempengaruhi perubahan permintaan antara lain:

1. Harga Barang Lain yang Mempunyai Hubungan Erat.
Jumlah permintaan suatu barang bisa berubah bila harga barang lain yang mempunyai hubungan erat berubah. Harga barang lain yang mempunyai hubungan erat bisa berupa barang substitusi (barang yang bisa saling menggantikan) atau barang komplementer (barang yang bisa saling melengkapi).

Barang substitusi adalah dua barang yang dalam penggunaannya bisa saling menggantikan. Contoh: Daging Sapi dengan Daging Ayam.
Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Barang beserta Contohnya
Ketika harga daging sapi naik, maka masyarakat/konsumen akan cenderung mengurangi volume permintaan barang yang harganya naik dan menggantikannya dengan barang yang harganya relatif tetap. Jadi dalam hal ini jika daging sapi harganya mengalami kenaikkan, sementara daging ayam harganya tetap maka permintaan akan daging sapi mengalami penurunan dan permintaan daging ayam akan mengalami kenaikkan.

Dalam hal ini konsumen akan mengganti konsumsi barang yang harganya naik (daging sapi) dengan barang substitusinya (daging ayam), sehingga masyarakat masih bisa menikmati daging.

Barang komplementer adalah dua barang yang dalam penggunaannya akan efektif bila digunakan secara bersama-sama. Contoh: Kopi dengan Gula Pasir atau Mobil Diesel dengan Solar. Dalam kasus ini contohnya naiknya harga kopi akan bisa menyebabkan turunnya permintaan akan gula pasir, walaupun harga gula pasir relatif tetap. Atau naiknya harga solar bisa menyebabkan turunnya permintaan akan mobil jenis diesel.

2. Selera/Taste Masyarakat terhadap barang/produk yang dihasilkan.
Selera atau cita rasa konsumen terhadap suatu barang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang tersebut. Jika selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut juga akan meningkat dan sebaliknya jika selera masyarakat terhadap suatu barang menurun maka permintaan terhadap barang tersebut menurun.

Contoh, selera masyarakat terhadap suatu barang yang berhubungan dengan mode. Model pakaian/celana panjang yang sedang trend saat ini adalah celana yang relatif ketat, maka jumlah permintaan model celana ini cenderung meningkat. Sebaliknya model pakaian yang sudah ketinggalan (out of date) seperti model rok mini atau model longgar, jumlah permintaannya cenderung menurun atau berkurang.

3. Pendapatan Masyarakat (Income/Yield)
Pendapatan masyarakat merupakan cermin atau gambaran daya beli masyarakat, sehingga akan mempengaruhi permintaan barang atau jasa baik dari segi kuantitas atau kualitas. Untuk barang normal, jika pendapatan masyarakat naik maka permintaan akan barang tersebut cenderung naik dan sebaliknya jika pendapatan masyarakat turun maka permintaan akan barang tersebut juga cenderung turun. Tetapi untuk barang inferior sebaliknya, yaitu jika pendapatan masyarakat naik/bertambah justru permintaan akan barang tersebut semakin berkurang.

Contoh kongkrit barang inferior: Lauk-pauk tahu tempe, ketika pendapatan rendah orang cenderung mengkonsumsi tahu atau tempe, tetapi ketika pendapatan naik justru orang/masyarakat cenderung mengurangi pembelian tahu/tempe dan mengganti dengan lauk-pauk yang lebih baik misal dengan daging atau telur dan lainnya.

4. Jumlah Penduduk.
Pertambahan jumlah penduduk cenderung menyebabkan bertambahnya permintaan, walaupun tidak selalu demikian. Jumlah penduduk yang besar secara potensial jelas akan mampu menambah permintaan. Lebih-lebih jika jumlah penduduk yang besar jika disertai dengan kesempatan kerja yang luas maka pada gilirannya akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan. Penerimaan pendapatan akan menambah daya beli yang pada gilirannya akan menambah permintaan.

5. Intensitas Kebutuhan
Mendesak tidaknya kebutuhan seseorang terhadap suatu barang/jasa yang diinginkan akan mempengaruhi permintaan terhadap barang/jasa tersebut. Jika suatu barang masuk kategori kebutuhan primer maka konsumen tidak akan menunda permintaan terhadap barang tersebut, tetapi jika barang tersebut masuk kategori kebutuhan sekunder, maka konsumen cenderung menunda permintaan terhadap barang tersebut.
Back To Top