Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Usaha Besar beserta Kriterianya

Penjelasan Pengertian dan Kriteria Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Usaha Besar_Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Selain itu, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah adalah salah satu pilar utama ekonomi nasional yang harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat, tanpa mengabaikan peranan Usaha Besar dan Badan Usaha Milik Negara. 

Sebagian masyarakat masih ada yang belum mengetahui perbedaan 4 jenis/kategori usaha yakni antara usaha mikro, kecil, menengah, dan besar. Umumnya sebagian mereka menganggap hanya ada dua kriteria usaha yakni kecil dan besar. Bahkan sejak munculnya istilah UMKM, anggapan mereka UMKM adalah masuk kategori usaha kecil semua, padahal antara usaha mikro, kecil, menengah, dan besar ini memiliki pengertian dan kriteria yang jauh berbeda. Lantas apa perbedaan pengertian dan ciri-ciri Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah, dan Usaha Besar yang benar?, untuk mengetahui definisi dan kriteria UMKM dan Usaha Besar, silakan simak yang di bawah ini.

Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah-UMKM dan Usaha Besar beserta Kriterianya

Pengertian dan Kriteria UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan Usaha Besar

A. Pengertian Usaha Mikro dan Kriterianya

1. Apa itu Usaha Mikro?

Definisi Usaha Mikro berdasarkan Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM:

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini (UU No. 20 Tahun 2008 Tentang UMKM)

2. Apa Kriteria Usaha Mikro?

Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut:

a. memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

b. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah). 

Sumber: Bunyi Pasal 6 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM

B. Pengertian Usaha Kecil dan Kriterianya

1. Apa itu Usaha Kecil?

Definisi Usaha Kecil berdasarkan Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM:

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini (UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM)

2. Apa Kriteria Usaha Kecil?

Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut:

a. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

b. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah). 

Sumber: Bunyi Pasal 6 ayat 2 UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM

C. Pengertian Usaha Menengah dan Kriterianya

1. Apa itu Usaha Menengah?

Definisi Usaha Menengah berdasarkan Pasal 1 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM:

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam UndangUndang ini (Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM)

2. Apa Kriteria Usaha Menengah?

Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut:

a. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

b. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah). 

Sumber: Bunyi Pasal 6 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM

D. Pengertian Usaha Besar dan Kriterianya

Definisi Usaha Besar berdasarkan Pasal 1 ayat 4 UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM:

Usaha Besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari Usaha Menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia. 

Baca juga: Asas dan Tujuan UMKM

Demikian tentang Pengertian dan Kriteria Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah/UMKM dan Usaha Besar. Dengan memperhatikan pengertian dan ciri-ciri UMKM dan Usaha Besar di atas, tentunya kini Anda lebih mengetahui usaha Anda masuk kategori usaha yang mana (mikro, kecil atau menengah), dan dapat menemukan contoh UMKM yang ada di sekitar Anda. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel