Awas! Inilah Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Bank BTPN

 Kurun dalam waktu terakhir, marak sekali kasus penipuan yang merugikan banyak orang demi keuntungan pribadi. Jika diperhatikan lebih seksama, kasus penipuan yang menjamur adalah kasus melalui media online. Prosesnya cepat dan mudah namun bila tak diiringi dengan kewaspadaan maka bisa menimbulkan kerugian. Jika diperhatikan banyak sekali penipuan yang menggunakan Bank BTPN. Berikut, inilah modus penipuan Bank BTPN.

Awas! Inilah Modus Penipuan Bank BTPN

Inilah Modus Penipuan Bank BTPN

Akhir-akhir ini mencuat kasus penipuan yang banyak menggunakan rekening bank BTPN. Banyak sekali modus penipuan Bank BTPN yang harus dipahami agar mampu diantisipasi agar tidak terulang kembali. Inilah beberapa modus penipuan menggunakan Bank BTPN!

1. Berjualan Online dengan Harga yang Sangat Miring

Banyak sekali situs yang menyediakan marketplace untuk berjualan secara online. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Jangan tertipu dengan barang mahal yang dijual dengan sangat murah. Terlebih jika saat transaksi, penjual menggunakan rekening Bank BTPN maka lebih baik jangan dilanjutkan.

2. Memenangkan Giveaway

Banyak sekali oknum yang menggunakan kedok ini karena banyaknya giveaway yang beredar di sosial media dengan memberikan hadiah mewah. Misalnya memenangkan giveaway berhadiah ponsel keluaran terbaru, memenangkan laptop dan sebagainya. Jika merasa tidak mengikuti event apapun, maka jangan mudah percaya. Seperti remaja yang baru-baru ini terkena penipuan berkedok memenangkan giveaway, uangnya raib hingga puluhan juta.

3. Memenangkan Undian

Banyak juga penipu yang menggunakan kedok ini untuk melancarkan aksinya.  Modus ini sudah tidak asing dan sangat familiar ditemui di masyarakat. Biasanya pelaku akan menggiring korbannya untuk membocorkan informasi pribadinya seperti nama ibu kandung, nama dan identitas lainnya. Tak jarang pelaku memaksa korbannya untuk melakukan pembayaran.

4. Modus Melalui Telepon

Tak asing lagi modus ini di masyarakat, banyak orang yang menerima sambungan telepon dari nomor yang tidak dikenal. Mereka mengatakan jika ada bagian keluarga yang kecelakaan dan membutuhkan uang, dan alasan lainnya. Sebelum mempercayainya, masyarakat harus jeli dengan apa yang dikatakan pelaku dengan memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

5. Masalah Akun ataupun Rekening

Siapa yang tidak panik jika akan diancam dikenai pemblokiran rekening ataupun akun mobile. Banyak dari pelaku yang meminta data diri bahkan transfer sejumlah uang untuk pemulihan akun atau rekening. Hal ini patut diwaspadai dan jangan langsung percaya. 

Cara agar Terhindar dari Penipuan

Hal ini merupakan hal yang penting sebelum masuk pembahasan modus penipuan. Mencegah merupakan bentuk upaya agar kita terhindar dari segala bentuk penipuan. Seseorang tak mungkin melakukan penipuan jika tak memiliki kesempatan. Pentingnya kewaspadaan terhadap segala bentuk penipuan merupakan hal yang harus diperhatikan. Berikut upaya menghindari penipuan oknum yang mengatasnamakan bank.

a. Jangan mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal dan mencurigakan. Terlebih jika nomor terlihat mirip dengan call center bank. Jangan percaya dengan call center dengan embel-embel +62 atau 021 ataupun lainnya.

b. Jika mengangkat nomor yang tidak dikenal dan meminta kode OTP, nomor rekening bank, kartu kredit ataupun mobile banking jangan panik dan langsung tutup sambungan telepon. Karena bank tidak akan meminta data yang bersifat privasi.

c. Jika menemui oknum yang mengatasnamakan dari bank dan meminta data pribadi, maka jangan percaya dan hubungi call center bank untuk memastikan kebenaran.

Itulah sejumlah modus penipuan Bank BTPN wajib diketahui. Apapun kedok yang dilakukan oleh pelaku, alangkah baiknya jika tetap waspada dan berhati-hati. Pihak Bank BTPN sendiri telah melakukan segala upaya agar kasus sama tidak kembali terulang. Mengevaluasi dan terus-menerus memperbaiki keamanan dan pelayanan merupakan salah satu upaya Bank BTPN agar masyarakat tak lagi khawatir dan kasus sama tidak terjadi lagi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel